Delivering Happiness

Dalam buku ini, Tony Hsieh menceritakan bagaimana perjalanannya dalam dunia wirausaha.

Mulai dari menjajakan pin maupun minuman lemon sejak kanak-kanak, membuka kedai pizza ketika kuliah di Harvard, hingga menjual perusahaannya yang bernama LinkExchange ke Microsoft senilai 265 juta dollar ketika usianya belum genap 25 tahun.

Dengan pundi-pundi uang yang telah ia peroleh, jiwa wirausahanya tak lantas padam. Ia kemudian membuka inkubator bisnis dan memberikan investasi untuk puluhan startup.

Salah satu startup yang ia danai, yang juga merupakan inti cerita dari buku ini adalah Zappos. Bermula hanya sebagai investor, di kemudian hari Tony turut menjalankan manajemen perusahaan dengan menjadi CEO. Zappos sendiri adalah perusahaan yang bergerak dalam penjualan sepatu secara online.

Tony berhasil menahkodai Zappos dengan menjual sepatu dengan total Gross Merchandise Sales (GMS) 1,6 juta USD setahun di tahun 2000 hingga mencapai GMS lebih dari 1 miliar USD setahun pada tahun 2009, hingga akhirnya Zappos diakuisisi oleh Amazon dengan nilai 1,2 miliar USD.   

Tak hanya menjelaskan tentang kesuksesannya dalam menjalankan Zappos, Tony turut menceritakan pengalaman pahit seperti kehabisan dana untuk operasional perusahaan. Sampai-sampai, ia menjual properti pribadi miliknya untuk membiayai perusahaan agar tetap berjalan. Juga ketika ia salah memilih partner ketika melakukan outsource manajemen gudang. Hal ini membuat gudangnya amburadul untuk beberapa waktu.

Tony juga membagikan 10 nilai yang perusahaan yang mereka pegang dan tak lupa dieksekusi. Menariknya, mereka rela mengorbankan kesenangan jangka pendek untuk meraih keuntungan jangka panjang. Tak mengherankan, jika perusahaan yang berfokus pada pelayanan konsumen dan kultur perusahaan ini dimasukkan dalam daftar “Best Company to Work For” atau perusahaan terbaik untuk bekerja oleh Majalah Fortune di tahun 2010.